Desa Padang Sepan Gelar Sosialisasi Stunting dan Pembagian Makanan

0
9
Dalam upaya mencegah permasalahan gizi buruk yang kini menjadi isu global, Pemerintah Desa Padang Sepan, Kecamatan Tanjung Agung Palik, mengadakan kegiatan sosialisasi stunting dan pembagian makanan tambahan. Kegiatan ini merupakan bagian dari apresiasi terhadap program pemerintah dalam menangani stunting. (Foto : Elman)

Jendelarakyat.com Bengkulu Utara-Dalam upaya mencegah permasalahan gizi buruk yang kini menjadi isu global, Pemerintah Desa Padang Sepan, Kecamatan Tanjung Agung Palik, mengadakan kegiatan sosialisasi stunting dan pembagian makanan tambahan. Kegiatan ini merupakan bagian dari apresiasi terhadap program pemerintah dalam menangani stunting.

“Kita lakukan kegiatan ini untuk mendukung penuh program pemerintah dalam pencegahan gizi buruk di Desa Padang Sepan. Terlepas dari itu, di desa kita sudah melakukan kegiatan rutin dan terus ada perbaikan dalam program pencegahan stunting,” ujar Kepala Desa Padang Sepan, Imron.

Imron menjelaskan bahwa stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis pada anak balita akibat kekurangan asupan nutrisi atau malnutrisi dalam waktu yang cukup lama. Penyebab utama stunting adalah makanan yang tidak memenuhi kebutuhan nutrisi sesuai usia anak. Umumnya, stunting terjadi pada balita, terutama usia 1-3 tahun.

“Pada rentang usia tersebut, ibu sudah bisa melihat apakah si anak terkena stunting atau tidak. Meski baru dikenali setelah lahir, ternyata stunting bisa berlangsung sejak si anak masih berada dalam kandungan,” jelas Imron.

Imron juga menambahkan bahwa salah satu dampak stunting yang terlihat adalah tinggi dan berat badan anak yang jauh di bawah rata-rata anak seusianya. Selain itu, stunting juga membuat anak mudah sakit, memiliki postur tubuh kecil ketika dewasa, dan dapat menyebabkan kematian pada usia dini.

“Stunting juga mempengaruhi kecerdasan anak. Anak kemungkinan akan sulit belajar dan menyerap informasi, baik secara akademik maupun non-akademik, karena kekurangan nutrisi sejak dini,” ujar narasumber yang disampaikan melalui kader balita Desa Padang Sepan.

Sosialisasi stunting ini dihadiri oleh Camat Tanjung Agung Palik, Zainal, kader kesehatan desa, PKK, ibu rumah tangga, dan kelompok masyarakat di Desa Padang Sepan. Mereka mendapatkan pengetahuan tentang cara mencegah stunting dalam keluarga.

Zainal, dalam sambutannya, menegaskan bahwa salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dengan kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.

“Upaya pencegahan stunting sangat penting untuk memastikan bahwa generasi mendatang dapat tumbuh dengan sehat dan memiliki masa depan yang cerah. Kami berkomitmen untuk terus mendukung program-program seperti ini di Desa Padang Sepan,” kata Zainal.

Kegiatan ini juga mencakup pembagian makanan tambahan yang bergizi kepada anak-anak balita di Desa Padang Sepan. Ini merupakan salah satu langkah konkret dalam meningkatkan asupan nutrisi anak-anak dan mencegah terjadinya stunting.

Melalui sosialisasi dan tindakan nyata seperti ini, Desa Padang Sepan berharap dapat berkontribusi dalam mengurangi angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak di desa tersebut. Upaya ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam memberantas stunting dan memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang cukup untuk masa depan yang lebih baik. (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here